2001 - Panduan Pelaksanaan PBM COREMAP

Kebutuhan akan Buku Panduan Pengelolaan Berbasis Masyarakat dalamCOREMAP (PBM-COREMAP) ini timbul mengingat belum tersedianya
buku panduan lapangan yang komprehensif dan praktis. Buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan PBM dalam COREMAP yang dikeluarkan pada tahun 1997 masih berupa petunjuk singkat yang disusun berdasarkan konsep PBM. Kemudian pada tahun 1999 PMOCOREMAPmengeluarkan Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat dan Pedoman Bantuan Desa. Buku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman operasional dalam pelaksanaan program
kegiatan PBM-COREMAP, dan isinya mencakup berbagai hal yang berkaitan
dengan penyusunan rencana pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat,
pedoman teknis bantuan desa, kegiatan mata pencaharian alternatif, pelaporan dan pemantauan, dan dilengkapi dengan berbagai lampiran berupa kerangka acuan dan formulir isian. Namun cara pemaparan dan penyajiannya dirasa masih kurang terarah, sehingga terasa kurang praktis.

Sejalan dengan pelaksanaan COREMAP phase I, termasuk pelaksanaan PBM di Taka Bonerate (didanai Bank Dunia) dan Senayang-Lingga (didanai ADB), disadari bahwa disamping prinsip-prinsip dasar pelaksanaan program yang berlaku umum, terdapat hal-hal yang bersifat spesifik daerah dan beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaksana lapangan.

Memang tidak mungkin ada sistem tunggal dalam pelaksanaan PBM. Baik konsep maupun proses pelaksanaannya akan selalu berubah sesuai dengan kondisi lingkungan, politik, ekonomi, sosial, dan perkembangan sumberdaya manusia, oleh karena itu buku panduan ini dikembangkan dengan mengacu kepada konsep partisipatif dan pemberdayaan sebagai kunci dasar pengembangan pengelolaan berbasis masyarakat. Karena PBM baru berhasil apabila dikembangkan dari masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat, dan untuk kesejahteraan masyarakat. Buku panduan ini dirancang untuk digunakan oleh mereka yang bekerja secara langsung dengan masyarakat pesisir, untuk membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola, melindungi, dan mengembangkan sumberdaya lokal. Jadi sasaran utamanya mencakup fasilitator dan motivator lapangan, tokoh-tokoh panutan, kelompok masyarakat, pekerja lapangan baik yang berasal dari LSM maupun petugas pemerintah yang menangani masalah pengembangan masyarakat. Panduan yang disajikan dalam buku ini tidak bersifat baku ataupun kaku,
dan diharapkan dapat diterapkan sebagai arahan dasar yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian diharapkan dapat menjadi wahana bagi pelaksana program untuk menentukan kebijakan baru bersama masyarakat.

Buku panduan ini terdiri atas 3 bagian. Bagian I mencakup 2 dasar-dasar pemikiran yang memuat prinsip-prinsip dasar PBM, kajian pengalamanpengalaman pelaksanaan program-program sejenis PBM dan strategi pelaksanaan PBM; Bagian Kedua yang berisi langkah-langkah pelaksanaan kegiatan PBM dalam COREMAP yang dimulai dari persiapan, pra-perencanaan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi; dan Bagian Ketiga yang memuat kerangka acuan, contoh-contoh usaha alternatif, rencana dan organisasi pengelolaan terumbu karang, AD/ART POKMAS, dan berbagai formulir pendanaan. Buku II berisikan lampiran-lampiran yang mencakup kerangka acuan, usulan kegiatan, pedoman-pedoman pendanaan, dan beberapa contoh intervensi untuk MPA (Mata Pencaharian Alternatif) yang cocok untuk
dikembangkan di wilayah pesisir.