2006 - Panduan Pengembangan Kawasan Konservasi Laut Daerah (Marine Management Area/MMA Diwilayah COREMAP II - Indonesia Bagian Barat

Buku panduan ini disusunberdasar pengalaman COREMAP II ADB dalam mengimplementasikan program pengelolaan sumberdaya terumbu karang di Indonesia bagian barat, serta dari pengalaman program pengelolaan pesisir di Indonesia, terutama CRMP/USAID untuk model Daerah Perlindungan Laut. Pedoman ini ditujukan untuk para praktisi, perencana dan pengambil kebijakan untuk wilayah pesisir

Buku Panduan ini, yang menjelaskan langkah-langkah partisipatif dalam mengembangkan Kawasan Konservasi Laut (Marine Protected Area), yang dalam istilah proyek COREMAP II ADB disebut MMA (Marine Management Area), yaitu mulai dari mengidentifikasikan isu-isu, baik potensi maupun masalah, secara singkat dijelaskan tahapan dalam pengembangan MMA di lokasi proyek. Generalisasi konsep dan ide-ide, serta ælesson-learnedÆ yang dijelaskan dalam buku ini diharapkan dapat diterapkan para pembaca. Buku ini didesain sebagai pustaka dalam pengembangan kawasan konservasi laut di wilayah pesisir di Indonesia, namun demikian para pembaca yang menginginkan informasi yang lebih spesifik disarankan melihat referensi yang digunakan buku ini. Manfaat yang diharapkan dari buku ini adalah untuk memfasilitasi perencana dan paktisi dalam mengembangkan MMA dengan memanfaatkan pengetahuan lokal, serta kearifan lokal mereka, dalam pengembangan rencana pengelolaan kawasan konservasi laut ke depan. Diharapkan, para praktisi dan perencana dapat meningkatkan proses partisipasi stakeholders, sebagai basis dalam terbentuknya kolaboratif manajemen MMA, yang akan menjamin perikanan dan pariwisata berkelanjutan.

Untuk menyamakan persepsi, maka penggunaan istilah MMA di dalam buku panduan ini digunakan istilah Kawasan Konservasi Laut (KKL) di tingkat kabupaten, yang dipadankan dalam bahasa Inggris disebut Ælocally-managed Marine Management Area (MMA)Æ. Sedang kawasan konservasi laut pada skala desa dalam panduan ini disebut dengan Daerah Perlindungan Laut (DPL).