2007 - Baseline Studi Ekologi Kecamatan Kalmas Kab. Pangkep

BS Ekologi PangkepKecamatan Liukkang Kalmas (Kalukuang Masalili) adalah salah satu kecamatan dari Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan. Bersama dengan kecamatan-kecamatan Liukkang Tupabbiring dan Tangaya, Kecamatan Liukkang Kalmas merupakan wilayah kerja COREMAP. Studi baseline ekologi sudah dilakukan di Liukkang Tupabbiring dan Liukang Tangaya pada tahun 2006 dan pemantauannya dilakukan dalam tahun 2007. Pengumpulan data dasar di Liukkang Kalmas baru dilakukan pada bulan November 2007, yang diikuti oleh kelompok-kelompok karang, ikan karang, megabentos, sistem informasi geografis (SIG), dan statistik.

Berdasar peta tentatif hasil interpretasi citra, di area studi beberapa stasiun penelitian ditentukan secara acak pada daerah rataan terumbu karang. Pada titik stasiun tersebut dilakukan observasi dengan metode RRI (Rapid Reef Resources Inventory) untuk bidang karang dan ikan karang. Beberapa stasiun RRI dipilih untuk dijadikan stasiun transek permanen, yang akan dipantau di masa mendatang. Stasiun transek permanen dipilih berdasar faktor keterwakilan dan faktor keamanan dari gangguan cuaca dan manusia.

Metode yang dipakai ialah metode RRI dan transek garis (Line Intercept Transect = LIT) untuk meneliti karang dan biota bentik lainnya. Ikan karang diteliti dengan metode sensus visual, sedangkan untuk biota megabentos digunakan metode Reef Check Benthos dan transek sabuk (belt transect).

Hasil:

  • Persentase tutupan karang hidup bervariasi antara 0-62,50%.
  • Sejumlah 239 jenis karang batu dari 19 suku telah diidentifikasi.
  • Persentase karang Acropora berkisar antara 0-38,46% dan karang non-Acropora berkisar antara 9,62-44,12%.
  • Persentase tertinggi kategori DCA adalah 49,04%.
  • Pada kategori biota lain (OT), biota yang memiliki tutupan cukup tinggi adalah sponge (1,94%), sedangkan persentase tertinggi alga adalah 24,27%.
  • Kategori abiotik didominasi oleh pe-cahan karang (38,46%).
  • Kelimpahan megabentos didominasi olah 2 kelompok biota, yaitu Fungia spp. (7714 individu/ha) dan kima kecil, Tridacna spp. (1929 individu/ha).
  • Biota lain yang dijumpai antara lain adalah teripang (Holothuria sp.) berukuran kecil di 3 stasiun, lola (Trochus niloticus) di 5 stasiun dengan jumlah bervariasi antara 71-714 individu/ha. Se-dangkan Drupella sp. Dan ôpencil sea urchinö tidak tampak.
  • Ikan karang jenis Ctenochaetus striatus (ikan target) dijumpai dengan frekuensi relatif kehadiran sebesar 75,76%.
  • Jenis ikan karang Chaetodon kleini (ikan target) ditemukan baik di stasiun RRI maupun di stasiun UVC (underwater Fish Visual Census) sebesar 57,58% (suatu kondisi yang tidak normal untuk kondisi karang kategori sedang dan baik).
  • Hasil UVC dari 15 stasiun transek permanen mengidentifikasi 273 jenis ikan karang yang termasuk dalam 35 suku, dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 22.244 individu/3.500 m2.
  • Perbandingan antara ikan major, ikan target, dan ikan indikator adalah 5: 2: 1.