Masyarakat Blongko Mulai Peduli Terumbu Karang

Kondisi terumbu karang di desa Blongko, masih sangat memprihatinkan.

"Memang terumbu karang di sini sudah tidak terjaga lagi, makanya sekarang akan  dibentuk panitia kawasan konservasi laut daerah (KKLD)," jelas Meidy Rattu Hukum Tua Desa Blongko, Kamis (6/6).

Ia menceritakan, terumbu karang di desa Blongko mengalami kerusakan total sebelum tahun 1997."Masyarakat di sini dulu mengambil terumbu karang, untuk dibakar untuk dijadikan kapur, selain itu mereka ambil untuk membangun," jelas dia.

Lebih parah lagi pada tahun 1975-1978, saat itu perusahaan dari Korea, melakukan pembangunan jalan AKD atau yang lebih dikenal saat ini dengan jalan Trans Sulawesi.

"Pembangunan jalan, mereka menggunakan terumbu karang sebagai bahan timbunan, jadi mereka menggunakan alat berat untuk mengambil terumbu karang yang ada di pinggiran, sehingga memang mengalami kerusakan sangat berat," ujar dia.

Selain itu, masih banyak masyarakat yang berburu ikan dengan menggunakan bom."Di bagian tengah laut, itu masyarakat masih gunakan bom ikan, sehingga memang rusak parah, saat itu," kata dia.

Namun menurutnya, prilaku merusak terumbu karang laut mulai berubah pada tahun 1997, saat tim Coral Resources Management Project (CRMP) organiasasi dari Amerika datang."Mereka menjelaskan kepada kami masyarakat, manfaat terumbu karang, dan apa yang harus kami lakukan untuk memperbaiki, mereka masuk melakukan penelitian, pendekatan, dan menjelaskan kepada masyarakat, baik pribadi maupun ke sekola-sekolah, sampai kami sadar, dan tidak mau merusak terumbu karang, bahkan mau menjaganya sampai sekarang," ujar Yefta Mintahari warga Blongko.

Saat itu, sempat dibuat Daerah Perlindungan Laut seluas 6 hektare."Wilayah tersebut dilarang untuk dilakukan aktivitas, juga tanami pohon bakau, namun sempat terhenti, dan sekarang kami mulai lagi, namun namanya sudah berubah yaitu Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD)," jelasnya.

Namun memang keadaan terumbu karang saat ini masih sangat buruk, meski begitu masyaratak yang sudah sadar akan pentingnya terumbu karang, mulai peduli menjaga."Sekarang kalau ada yang berani merusak terumbu karang, termasuk bakau masyarakat akan kejar, dan pernah kejadian seperti itu,' jelasa dia.

Ada lagi yang menjadi musuh mereka saat ini yaitu, pemburu ikan menggunakan panah."Mereka itu merusak terumbu karang, menyelam menggunakan kompresor, dan menggunakan panah," jelasnya.

Keadaan terumbu karang yang baru mulai bertumbuh lagi, membuat nelayan harus pergi beberapa jam jaraknya untuk menagkap ikan."Saya kalau mencari ikan besar, harus menggunakan perahu sejauh empat jam perjalanan," ucap Arnol Purnama nelayan.

Padalah menurutnya, kalau ada terumbu karang, tidak perlu jauh-jauh menangkap ikan."Ada terumbu karang,  bisa menahan ombak, ikan bisa tinggal banyak di situ, dan otomatis hasil tangkapan bisa banyak," jelasnya.

Pernah juga terjadi, ikan cakalang masuk melimpah di perairan Blongko."Tahun lalu musing cakalang, memang selam tujuh bulan kami konsumsi cakalang terus, sampai bosan," jelasnya.

Sementara itu, Fecky warga Manado yang kebetulan melaut, mengatakan, bahwa ikan mulai banyak di perairan desa Blongko."Ya untuk ikan mulai banyak, sebenarnya kalau terumbu karang sudah tumbuh, pasti akan lebih banyak lagi," jelas dia